PKH Lansia kembali jadi perhatian menjelang Februari 2026. Banyak keluarga berharap bantuan ini cair tepat waktu karena sangat membantu kebutuhan harian orang tua di rumah. Apalagi kondisi ekonomi masih menuntut pengeluaran ekstra, terutama untuk kesehatan dan pangan.
Isu pencairan PKH Lansia Februari 2026 ramai dibahas di media sosial dan grup WhatsApp. Wajar, karena bantuan ini memang rutin dinantikan setiap tahapnya. Informasi simpang siur sering muncul, membuat banyak orang bingung harus percaya yang mana.
Lewat artikel ini, kita bahas secara lengkap dan resmi soal cek PKH Lansia Februari 2026 cair, mulai dari jadwal pencairan, nominal bantuan, syarat penerima, hingga cara cek status penerima pakai NIK KTP. Semua dirangkum dari sumber resmi agar informasinya akurat dan tepercaya.
Apa Itu PKH Lansia 2026? Ini Penjelasan dan Tujuan Programnya
Program Keluarga Harapan atau PKH merupakan bantuan sosial bersyarat dari Kementerian Sosial yang ditujukan untuk keluarga miskin dan rentan. Salah satu komponen penting di dalamnya adalah PKH Lansia, yang menyasar warga lanjut usia.
PKH Lansia diberikan kepada anggota keluarga berusia minimal 70 tahun yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bantuan ini bukan sekadar uang tunai, tapi bentuk kehadiran negara untuk memastikan lansia tetap hidup layak.
Tujuan utama PKH Lansia 2026 antara lain:
- Membantu memenuhi kebutuhan dasar lansia, terutama pangan dan kesehatan
- Mengurangi beban ekonomi keluarga pendamping lansia
- Meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan lansia miskin
- Mendorong perlindungan sosial berkelanjutan bagi kelompok rentan
Dalam praktiknya, PKH Lansia disalurkan bertahap setiap tahun melalui mekanisme resmi Kemensos. Data penerima terus diperbarui melalui DTKS dan verifikasi lapangan.
PKH Lansia Februari 2026 Cair? Simak Informasi Resmi Terbarunya
Pertanyaan paling sering muncul adalah apakah PKH Lansia Februari 2026 cair. Berdasarkan pola penyaluran PKH tahun-tahun sebelumnya dan informasi resmi Kemensos, Februari masuk dalam periode pencairan tahap awal tahun.
PKH biasanya disalurkan dalam empat tahap per tahun. Tahap pertama berlangsung pada Januari hingga Maret. Artinya, Februari 2026 termasuk dalam jadwal pencairan tahap 1 PKH Lansia.
Namun perlu dipahami, pencairan tidak selalu serentak di seluruh daerah. Ada beberapa faktor yang memengaruhi waktu cair, seperti:
- Kelengkapan dan validasi data di DTKS
- Proses administrasi daerah
- Kesiapan bank atau penyalur bantuan
- Hasil verifikasi dan pemutakhiran data penerima
Kemensos melalui portal resmi Kemensos secara rutin memperbarui status pencairan. Jika status sudah berubah menjadi “Disalurkan”, berarti bantuan PKH Lansia sudah bisa dicairkan.
Jadwal Pencairan PKH Lansia Februari 2026 Berdasarkan Tahap
Agar tidak bingung, berikut gambaran jadwal pencairan PKH Lansia 2026 berdasarkan pembagian tahap yang selama ini digunakan Kemensos.
| Tahap PKH | Periode Pencairan | Keterangan |
|---|---|---|
| Tahap 1 | Januari – Maret 2026 | Termasuk pencairan Februari 2026 |
| Tahap 2 | April – Juni 2026 | Pencairan lanjutan |
| Tahap 3 | Juli – September 2026 | Menyesuaikan evaluasi data |
| Tahap 4 | Oktober – Desember 2026 | Tahap akhir tahun |
Pada Februari 2026, fokus pencairan ada di tahap 1. Jika lansia terdaftar sebagai KPM aktif dan tidak ada kendala data, bantuan biasanya cair di bulan ini.
Beberapa daerah menyalurkan lebih cepat, sementara daerah lain menyusul. Karena itu, cek status secara berkala sangat disarankan.
Nominal Bantuan PKH Lansia 2026 yang Diterima KPM
Besaran bantuan PKH Lansia ditetapkan melalui regulasi resmi Kemensos. Nominalnya relatif stabil dari tahun ke tahun, kecuali ada kebijakan baru pemerintah.
Untuk PKH Lansia 2026, nominal bantuan yang diterima KPM adalah sebagai berikut.
| Komponen PKH | Nominal per Tahun | Nominal per Tahap |
| Lansia (≥70 tahun) | Rp2.400.000 | Rp600.000 |
Artinya, setiap tahap pencairan, lansia berhak menerima Rp600.000. Jika Februari 2026 termasuk tahap 1, maka nominal yang diterima adalah Rp600.000.
Dana ini disalurkan melalui:
- Rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
- Bank Himbara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN
- Mekanisme penyaluran lain sesuai kebijakan daerah
Penting dicatat, bantuan tidak dipotong biaya apa pun. Jika ada potongan, itu patut dipertanyakan dan dilaporkan.
Syarat Penerima PKH Lansia 2026 yang Wajib Dipenuhi
Tidak semua lansia otomatis menerima PKH. Ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi agar terdaftar sebagai penerima PKH Lansia 2026.
Berikut syarat utama penerima PKH Lansia:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Memiliki NIK yang valid dan terdaftar di Dukcapil
- Berusia minimal 60 tahun
- Terdaftar dalam DTKS Kemensos
- Masuk kategori keluarga miskin atau rentan miskin
- Tidak menerima bantuan sosial lain yang tidak diperbolehkan secara bersamaan
Selain itu, data penerima harus lolos proses:
- Verifikasi dan validasi lapangan
- Pemutakhiran data oleh desa atau kelurahan
- Penetapan sebagai KPM aktif oleh Kemensos
Jika salah satu syarat tidak terpenuhi, status bisa nonaktif atau bantuan tidak cair.
Cara Cek PKH Lansia Februari 2026 Online Pakai NIK KTP (Web Kemensos dan Aplikasi Cek Bansos)
Untuk memastikan apakah PKH Lansia Februari 2026 cair, masyarakat bisa melakukan pengecekan secara online. Kemensos menyediakan dua kanal resmi yang mudah diakses.
Lewat Website Resmi Kemensos
Langkah-langkahnya sebagai berikut:
- Buka situs resmi cekbansos.kemensos.go.id
- Pilih wilayah sesuai KTP, mulai dari provinsi hingga desa
- Masukkan nama lengkap sesuai KTP
- Isi kode verifikasi yang muncul
- Klik tombol Cari Data
Jika terdaftar, sistem akan menampilkan status bantuan PKH, termasuk kategori lansia dan tahap pencairan.
Menggunakan Aplikasi Cek Bansos
Selain website, Kemensos juga menyediakan aplikasi resmi Cek Bansos yang bisa diunduh di ponsel.
Langkah singkatnya:
- Unduh aplikasi Cek Bansos Kemensos
- Buat akun menggunakan NIK dan data KTP
- Login ke aplikasi
- Pilih menu Cek Bansos
- Masukkan data wilayah dan nama penerima
Aplikasi ini juga menyediakan fitur usul dan sanggah data, sehingga masyarakat bisa ikut mengawasi penyaluran bansos.
Jika hasil pengecekan menunjukkan belum terdaftar, masyarakat disarankan menghubungi pemerintah desa atau pendamping PKH untuk klarifikasi data.
Alasan PKH Lansia Tidak Cair 2026 dan Solusinya
Tidak sedikit KPM yang mendapati PKH Lansia 2026 belum cair. Kondisi ini cukup sering terjadi dan umumnya disebabkan oleh faktor administratif, bukan karena program dihentikan.
Beberapa alasan umum PKH Lansia tidak cair antara lain:
- Data penerima tidak aktif di DTKS
- NIK bermasalah atau tidak sinkron dengan Dukcapil
- Hasil verifikasi lapangan menyatakan tidak memenuhi kriteria
- Perubahan status ekonomi keluarga
- Rekening KKS tidak aktif atau bermasalah
- Penerima tidak lagi tercatat sebagai KPM aktif
Jika PKH Lansia tidak cair, solusi yang bisa dilakukan:
- Laporkan ke pendamping PKH di wilayah setempat
- Ajukan perbaikan data melalui desa atau kelurahan
- Gunakan fitur usul dan sanggah di aplikasi Cek Bansos
- Pastikan data kependudukan di Dukcapil sudah valid
Langkah-langkah ini penting agar status penerima bisa kembali aktif pada tahap berikutnya.
Perbedaan PKH Lansia dan Bansos Lansia Lainnya
Masih banyak yang menyamakan PKH Lansia dengan bantuan lansia lainnya. Padahal, masing-masing program memiliki skema dan sasaran berbeda.
Berikut perbedaan PKH Lansia dengan bansos lansia lainnya.
| Jenis Bantuan | Sasaran | Bentuk Bantuan | Mekanisme |
| PKH Lansia | Lansia ≥60 tahun dalam keluarga miskin | Uang tunai bertahap | Bersyarat & terdaftar DTKS |
| BPNT/Sembako | Keluarga miskin termasuk lansia | Bahan pangan | Non-tunai |
| Bantuan Lansia Daerah | Lansia miskin tertentu | Tunai atau barang | Kebijakan daerah |
PKH Lansia bersifat nasional dan berkelanjutan, sementara bansos lansia daerah menyesuaikan kemampuan APBD masing-masing wilayah.
Update Terbaru PKH Lansia 2026 dari Kemensos
Kementerian Sosial terus melakukan pemutakhiran data PKH Lansia 2026 untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Salah satu fokus utama tahun ini adalah validasi DTKS dan pemanfaatan sistem digital.
Beberapa update penting PKH Lansia 2026 meliputi:
- Pemutakhiran DTKS secara berkala oleh pemerintah daerah
- Optimalisasi aplikasi Cek Bansos untuk usul dan sanggah
- Penguatan peran pendamping sosial PKH
- Penyaluran bantuan non-tunai yang lebih transparan
Kemensos juga menegaskan bahwa hanya data yang valid dan aktif yang berhak menerima bantuan. Karena itu, partisipasi keluarga dalam pemutakhiran data menjadi kunci.
Tips Agar Tetap Terdaftar sebagai Penerima PKH Lansia
Agar tetap terdaftar sebagai penerima PKH Lansia 2026, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
Tips yang bisa dilakukan antara lain:
- Rutin cek status bansos secara online
- Pastikan data kependudukan selalu sesuai KTP dan KK
- Aktif mengikuti verifikasi pendamping PKH
- Segera lapor jika ada perubahan kondisi keluarga
- Jaga keaktifan rekening KKS
Dengan langkah sederhana ini, peluang tetap terdaftar sebagai KPM aktif akan lebih besar hingga tahap akhir tahun.
Kesimpulan
PKH Lansia Februari 2026 berpotensi cair bagi penerima usia minimal 60 tahun yang terdaftar aktif di DTKS. Bantuan ini disalurkan bertahap dengan nominal Rp600.000 per tahap sebagai bentuk perlindungan sosial negara.
Agar bantuan tidak terhambat, penting untuk rutin mengecek status, menjaga keaktifan data, dan memanfaatkan kanal resmi Kemensos. Dengan informasi yang tepat dan langkah yang benar, PKH Lansia bisa benar-benar membantu kebutuhan hidup lansia dan keluarganya.