Beranda » Berita » Doa Buka Puasa Dzahaba: Bacaan Arab, Latin, Arti dan Waktu Membacanya

Doa Buka Puasa Dzahaba: Bacaan Arab, Latin, Arti dan Waktu Membacanya

Doa buka puasa “dzahaba” merupakan salah satu bacaan yang populer diamalkan umat Islam ketika berbuka di bulan Ramadhan. Lafaz ini dikenal karena redaksinya yang tegas menunjukkan selesainya ibadah puasa dan harapan atas ganjaran dari Allah Ta’ala.

Bacaan doa buka puasa dzahaba diriwayatkan dalam sejumlah hadis dan menjadi rujukan banyak ulama dalam menjelaskan adab berbuka. Kandungannya sarat makna syukur, pengakuan nikmat, serta optimisme terhadap pahala.

Berikut ulasan lengkap mengenai doa buka puasa “dzahaba”, mulai dari teks Arab, latin, arti, waktu membaca, keutamaan, hingga amalan sunnah saat berbuka puasa yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

Bacaan Doa Buka Puasa ‘Dzahaba’ Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Doa buka puasa dzahaba menjadi salah satu lafaz yang sering dikutip dalam kajian fikih Ramadhan karena redaksinya bersumber dari hadis. Berikut teks lengkap sebagaimana diriwayatkan para ulama hadis.

  • Arab: ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ تَعَالَى
  • Latin: Dzahabazh-zhaama’u wabtallatil-‘uruqu, wa tsabatal-ajru insyaa Allahu ta’aalaa.
  • Artinya: “Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah pasti ganjaran, dengan kehendak Allah Ta’ala.” (HR Abu Dawud, Daruquthni, Halim, dan Nasa’i)

Bacaan doa buka puasa dzahaba di atas menunjukkan ekspresi syukur atas selesainya ibadah puasa sekaligus harapan terhadap pahala yang dijanjikan, sehingga banyak dijadikan rujukan utama dalam literatur keislaman.

Baca Juga:  Cek Pengumuman PPPK Tahap 2 2026 KemenHAM, Cek Hasil dan Jadwalnya

Makna dan Kandungan Doa Buka Puasa ‘Dzahaba’

Doa buka puasa dzahaba tidak hanya sekadar rangkaian lafaz, melainkan mengandung pesan teologis dan spiritual yang mendalam. Setiap frasa menyimpan pelajaran tentang kesabaran, nikmat, dan keyakinan terhadap janji Allah.

  • Makna “Dzahaba azh-zhama’u” (Telah hilang rasa haus)
    Menggambarkan berakhirnya rasa dahaga setelah seharian menahan diri dari makan dan minum sebagai bentuk ketaatan.
  • Makna “Wabtallatil-‘uruq” (Telah basah urat-urat)
    Mengisyaratkan pulihnya kondisi fisik setelah berbuka, sebagai simbol bahwa nikmat Allah kembali dirasakan oleh tubuh.
  • Makna “Wa tsabatal-ajru insyaa Allah” (Telah tetap pahala, insya Allah)
    Menunjukkan keyakinan terhadap ganjaran yang dijanjikan bagi orang yang berpuasa dengan ikhlas.

Kandungan doa buka puasa dzahaba ini menegaskan bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan lapar, melainkan latihan spiritual yang berujung pada harapan pahala dan ridha Ilahi.

Waktu Membaca Doa Buka Puasa ‘Dzahaba’

Pembahasan waktu membaca doa buka puasa dzahaba kerap menjadi perhatian dalam kajian fikih Ramadhan. Penjelasan ini penting agar pelaksanaan ibadah selaras dengan tuntunan sunnah.

  • Makna lafaz bentuk lampau
    Kata “dzahaba” berarti “telah hilang”, menunjukkan kondisi setelah rasa haus benar-benar sirna.
  • Rujukan Kementerian Agama RI
    Penjelasan resmi menyebutkan bahwa doa ini idealnya dibaca setelah membatalkan puasa.
  • Keterangan Wahba Zuhaili
    Dalam Fiqh al-Islam wa Aditullah disebutkan sunnahnya berdoa setelah berbuka.

Dalil yang sering dikutip adalah:

الدعاء عقب الفطر
Artinya: “Berdoa setelah berbuka.”

Meski kebiasaan membaca sebelum berbuka masih diperbolehkan, waktu yang lebih utama menurut penjelasan ulama adalah setelah berbuka sebagai bentuk kesempurnaan sunnah.

Dalil Hadis tentang Doa dan Keutamaan Berbuka

Keutamaan doa saat berbuka puasa ditegaskan dalam sejumlah hadis shahih dan hasan. Hal ini memperkuat posisi doa buka puasa dzahaba dalam praktik ibadah Ramadhan.

  • Hadis tentang doa mustajab
    Doa orang berpuasa termasuk yang tidak tertolak hingga waktu berbuka.
  • Riwayat dari Abu Hurairah
    Menyebutkan tiga golongan doa yang tidak tertolak.
  • Status kesahihan hadis
    Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah, disahihkan oleh Ibnu Hibban serta dihasankan Ibnu Hajar.
Baca Juga:  Pendaftaran Seleksi PPPK 2026 Dibuka! Cek Jadwal, Syarat, dan Cara Daftar

Hadis tersebut berbunyi:

ثَلاثَةٌ لا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

Artinya: “Ada tiga doa yang tidak tertolak: (1) Doa pemimpin yang adil, (2) Doa orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) Doa orang yang terzholimi.” (HR Tirmidzi no 3595, Ibnu Majah no 1752)

Dalil tersebut menunjukkan bahwa momen berbuka menjadi waktu istimewa untuk memperbanyak doa, termasuk membaca doa puasa dzahaba.

Doa Buka Puasa Lainnya: ‘Allahumma Laka Shumtu’

Selain doa puasa dzahaba, terdapat bacaan lain yang populer di tengah masyarakat Muslim Indonesia. Doa ini dikenal dengan lafaz “allahumma laka shumtu”.

  • Arab: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ ، وَبِكَ أَمَنْتُ ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
  • Latin: Allahumma laka shumtu wa bika amantu, wa ‘alaa rizqika afthartu, birah-matika yaa arhamar raahimiin.
  • Artinya: “Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rejeki-Mu aku berbuka, dengan rahmat-Mu, wahai Dzat yang Maha Pemurah.”

Menurut penjelasan sejumlah ulama, sanad doa ini berstatus dhaif, namun matannya tidak bertentangan dengan Al-Qur’an maupun hadis shahih sehingga tetap boleh diamalkan.

Amalan Sunnah Saat Berbuka Puasa

Selain membaca doa puasa dzahaba, terdapat amalan sunnah lain yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika waktu Maghrib tiba. Sunnah ini memperkaya nilai ibadah saat berbuka.

  • Menyegerakan berbuka
    Berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim, manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka.
  • Berbuka dengan kurma
    Dianjurkan berbuka dengan kurma karena mengandung berkah.
  • Berbuka dengan air putih jika tidak ada kurma
    Air disebut sebagai sesuatu yang bersih dan menyucikan.

Hadis terkait menyegerakan berbuka:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” لَا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الْفِطْرَ

Baca Juga:  Kartu KKS 2026 Terblokir? Ini Penyebab Utama dan Cara Mengatasinya

Artinya: “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR Bukhari no 1957 – Muslim no 1098)

Amalan sunnah tersebut melengkapi praktik membaca doa puasa dzahaba agar ibadah Ramadhan semakin sempurna.

Keutamaan Membaca Doa Buka Puasa Saat Ramadhan

Membaca doa buka puasa dzahaba saat Ramadhan memiliki dimensi spiritual yang luas karena berkaitan dengan waktu mustajab. Momentum berbuka menjadi salah satu saat yang istimewa dalam sehari.

  • Waktu terkabulnya doa
    Doa orang berpuasa hingga berbuka termasuk yang tidak tertolak.
  • Momentum syukur atas nikmat
    Berbuka menjadi titik transisi dari menahan diri menuju menikmati rezeki.
  • Penguatan keyakinan terhadap pahala
    Lafaz “wa tsabatal ajru” menanamkan optimisme spiritual.

Keutamaan tersebut menjadikan doa puasa dzahaba bukan sekadar bacaan rutin, melainkan sarana memperdalam makna ibadah puasa secara menyeluruh.

Hikmah di Balik Doa Buka Puasa ‘Dzahaba’

Setiap ibadah memiliki hikmah yang menyertainya, termasuk dalam bacaan doa puasa dzahaba. Hikmah ini membentuk karakter sabar, syukur, dan tawakal.

  • Melatih kesabaran
    Menahan lapar dan dahaga membentuk ketahanan diri.
  • Menumbuhkan rasa syukur
    Nikmat sederhana seperti air terasa luar biasa setelah puasa.
  • Menguatkan harapan pada pahala
    Keyakinan terhadap ganjaran menjadi motivasi spiritual.

Hikmah tersebut memperlihatkan bahwa doa puasa dzahaba tidak hanya dibaca secara lisan, tetapi juga direnungi maknanya agar ibadah Ramadhan semakin bermakna.

Penutup

Doa buka puasa dzahaba merupakan bacaan yang diriwayatkan dalam hadis dan dianjurkan dibaca setelah berbuka puasa. Lafaznya menegaskan hilangnya rasa haus dan harapan atas pahala dari Allah Ta’ala.

Dengan memahami teks Arab, latin, arti, waktu membaca, serta amalan sunnah yang menyertainya, pelaksanaan ibadah puasa di bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan lebih sempurna sesuai tuntunan syariat.